Penjelasan singkat tentang "Strategic Asset Management" bisa anda peroleh dari video di bawah ini...
Selasa, 13 April 2010
Selasa, 16 Maret 2010
KEBUTUHAN JIWA ADALAH PENGEMBANGAN DIRI
Salah satu hukum di alam semesta yang kebenarannya diterima oleh hampir semua umat manusia adalah perubahan. Bersama dengan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, dunia senantiasa berubah. Meskipun sang surya menyapa setiap pagi dengan sinar yang seakan sama namun kita tahu bahwa tak ada pagi yang sama, tak ada tiupan angin yang bermiripan, tak juga ada kondisi yang konstan sama, bahkan arakan awan di musim penghujan pun mengirimkan jarum-jarum air dengan ketajaman yang berbeda-beda. Bahkan kulit Bumi senantiasa melapisi dirinya dari hari ke hari.
Jika anda bertemu dengan salah seorang kawan lama dan ia bertanya, “Astaga, kamu masih sama seperti dulu... Kamu nggak berubah sama sekali, Bro...” lantas bagaimana tanggapan anda? Ingatlah bahwa tunas-tunas telah tumbuh menjadi bunga atau pohon seiring bertambahnya usia anda. Para nelayan sudah hilir mudik antara pantai dan lautan saat anda hilir mudik antara tempat tidur dan bangku sekolah. Ulat telah menjadi kupu-kupu yang kemudian bertelur untuk menjadikan lebih banyak kupu-kupu bersamaan anda membangun pilar-pilar kesuksesan anda. Bagaimana mungkin anda akan senang jika anda dikatakan sama seperti dulu dan tak berubah?
Kebutuhan jiwa adalah pengembangan diri. Jangan sampai segala sesuatu di luar diri kita berkembang dan berubah namun kita sendiri tetap sama, tak berkembang dan tak berubah.
Inikah kita, sudah berkeluarga... tapi kelakuan masih seperti anak remaja dan bangga menganggap diri seakan masih bujangan? Inikah kita, sudah menjadi pimpinan... tapi sikap, gaya bicara dan tingkah laku masih seperti pelaksana? Inikah kita, ingin dibilang sudah kaya ... tapi perasaan hati masih terus merasa kekurangan dan terus saja “mengemis-ngemis” dalam setiap kesempatan?
To have - To do - To be
Zaman telah berubah, kekuasaan tak lagi didefinisikan uang banyak di tangan sedikit orang melainkan informasi lengkap di tangan banyak orang, demikian John Naisbitt mengatakannya dalam salah satu buku fenomenalnya. Kesalahan kita dalam mengukur orang adalah “apa yang sudah dia miliki”, padahal ukuran kedewasaan bukanlah apa yang kita punyai. Saat ini, jika anda siap, anda bisa lebih kaya daripada generasi sebelum anda. Kekayaan lebih mudah didapatkan pada zaman sekarang dibandingkan pada zaman kapanpun sebelumnya, karena bukan lagi faktor kesempatan, koneksi, atau keahlian, melainkan kekuatan informasi di tangan anda.
Masalahnya bukan terletak pada “apa yang anda punyai”, melainkan pada “apa yang anda lakukan” terhadapnya. Dan yang terpenting dari semua itu adalah “siapa anda sesungguhnya.”
Selama kita tak mau berubah, selama “sang aku” dalam diri anda enggan bangkit dari kasur empuk yang selama ini memberi perasaan nyaman, sementara segalanya berubah di sekitar kita, maka kehancuran adalah ujungnya.
Renungkanlah ini... Setiap generasi punya ciri-ciri yang dibawanya secara kolektif. Tapi inilah yang terjadi dengan generasi 70-an yang lahir pada saat dunia sedang menuju keseimbangan, saat gejolak komunis diredamkan, saat pembangunan menggeliat... setelah dewasa, mereka adalah ahli main game (bukannya belajar bagaimana mencari uang?), mereka bukan penemu melainkan ahli dalam memperindah asesori mobil, mereka tidak suka tantangan alam melainkan suka menstimulasi adrenalin dengan permainan online... Sekali lagi, jika segala sesuatu berkembang namun diri kita tidak, sebenarnya hal tersebut bukan pertanda baik melainkan pertanda sebuah kehancuran. Kehancuran pribadi yang menyulut kehancuran generasi.
Entahlah.
Jika anda bertemu dengan salah seorang kawan lama dan ia bertanya, “Astaga, kamu masih sama seperti dulu... Kamu nggak berubah sama sekali, Bro...” lantas bagaimana tanggapan anda? Ingatlah bahwa tunas-tunas telah tumbuh menjadi bunga atau pohon seiring bertambahnya usia anda. Para nelayan sudah hilir mudik antara pantai dan lautan saat anda hilir mudik antara tempat tidur dan bangku sekolah. Ulat telah menjadi kupu-kupu yang kemudian bertelur untuk menjadikan lebih banyak kupu-kupu bersamaan anda membangun pilar-pilar kesuksesan anda. Bagaimana mungkin anda akan senang jika anda dikatakan sama seperti dulu dan tak berubah?
Kebutuhan jiwa adalah pengembangan diri. Jangan sampai segala sesuatu di luar diri kita berkembang dan berubah namun kita sendiri tetap sama, tak berkembang dan tak berubah.
Inikah kita, sudah berkeluarga... tapi kelakuan masih seperti anak remaja dan bangga menganggap diri seakan masih bujangan? Inikah kita, sudah menjadi pimpinan... tapi sikap, gaya bicara dan tingkah laku masih seperti pelaksana? Inikah kita, ingin dibilang sudah kaya ... tapi perasaan hati masih terus merasa kekurangan dan terus saja “mengemis-ngemis” dalam setiap kesempatan?
To have - To do - To be
Zaman telah berubah, kekuasaan tak lagi didefinisikan uang banyak di tangan sedikit orang melainkan informasi lengkap di tangan banyak orang, demikian John Naisbitt mengatakannya dalam salah satu buku fenomenalnya. Kesalahan kita dalam mengukur orang adalah “apa yang sudah dia miliki”, padahal ukuran kedewasaan bukanlah apa yang kita punyai. Saat ini, jika anda siap, anda bisa lebih kaya daripada generasi sebelum anda. Kekayaan lebih mudah didapatkan pada zaman sekarang dibandingkan pada zaman kapanpun sebelumnya, karena bukan lagi faktor kesempatan, koneksi, atau keahlian, melainkan kekuatan informasi di tangan anda.
Masalahnya bukan terletak pada “apa yang anda punyai”, melainkan pada “apa yang anda lakukan” terhadapnya. Dan yang terpenting dari semua itu adalah “siapa anda sesungguhnya.”
Selama kita tak mau berubah, selama “sang aku” dalam diri anda enggan bangkit dari kasur empuk yang selama ini memberi perasaan nyaman, sementara segalanya berubah di sekitar kita, maka kehancuran adalah ujungnya.
Renungkanlah ini... Setiap generasi punya ciri-ciri yang dibawanya secara kolektif. Tapi inilah yang terjadi dengan generasi 70-an yang lahir pada saat dunia sedang menuju keseimbangan, saat gejolak komunis diredamkan, saat pembangunan menggeliat... setelah dewasa, mereka adalah ahli main game (bukannya belajar bagaimana mencari uang?), mereka bukan penemu melainkan ahli dalam memperindah asesori mobil, mereka tidak suka tantangan alam melainkan suka menstimulasi adrenalin dengan permainan online... Sekali lagi, jika segala sesuatu berkembang namun diri kita tidak, sebenarnya hal tersebut bukan pertanda baik melainkan pertanda sebuah kehancuran. Kehancuran pribadi yang menyulut kehancuran generasi.
Entahlah.
Selasa, 10 November 2009
Fenomena Adzan di Planet Bumi
Tak pernah sedetik pun dan tak ada sejengkal tanah pun di permukaan planet Bumi yang tak tersentuh adzan. Adzan berkumandang sahut bersahutan dari satu titik ke titik lain di permukaan planet Bumi dalam 24 jam, setiap hari, setiap minggu, setiap tahun, sejak Islam disempurnakan Tuhan hingga sampai akhir zaman. Fenomena ini adalah salah satu keajaiban planet Bumi di era modern, hanya saja tak banyak yang menganalisa dan memahaminya. Saksikanlah video ini dan ucapkanlah dalam hati, kalau perlu sambil menitikkan air mata, "Subhanallah... betapa agung nama Engkau disebut, ya Allah..."
Senin, 12 Oktober 2009
Panggilan Jiwa Seorang Anak Manusia
hari rabu, tangis dari sang bayi pecahlah sudah
anak pantai utara yang dipersembahkan untuk dunia
kelak mengukir sejarah dan menjadi legenda
impian merasuk jiwa, memanifestasi bagai cahaya
menerangi suram dan gelapnya semesta
siapakah gerangan dia yang berbahasa mewakili hati berkata
energi tersimpan, akumulasi dari duka dan lara
tarian tangannya menorehkan tinta emas yang dinanti sejarah
yang memberi warna pada kehidupan manusia
orang inikah yang ditunggu-tunggu sang masa?
bijak bertutur dalam kesederhanaan wacana
ungkapkan bahasa ibu bagi setiap manusia
damai senyum segarkan keletihan jiwa pengembara
indah lukisan senyata kawan dalam keterpencilan dunia
mata elangnya menyapu lanskap, mengedar menaungi buana
usianya setua manusia pertama
lidahnya terjaga oleh penantian surga
yang memberinya kunci bagi setiap pintu hati dunia
orang yang meniadakan diri demi semua
namanya terkubur di bumi namun tertera di angkasa
orang inikah yang ditunggu-tunggu sang masa?
Utan Kayu, 30 Oktober 2001
anak pantai utara yang dipersembahkan untuk dunia
kelak mengukir sejarah dan menjadi legenda
impian merasuk jiwa, memanifestasi bagai cahaya
menerangi suram dan gelapnya semesta
siapakah gerangan dia yang berbahasa mewakili hati berkata
energi tersimpan, akumulasi dari duka dan lara
tarian tangannya menorehkan tinta emas yang dinanti sejarah
yang memberi warna pada kehidupan manusia
orang inikah yang ditunggu-tunggu sang masa?
bijak bertutur dalam kesederhanaan wacana
ungkapkan bahasa ibu bagi setiap manusia
damai senyum segarkan keletihan jiwa pengembara
indah lukisan senyata kawan dalam keterpencilan dunia
mata elangnya menyapu lanskap, mengedar menaungi buana
usianya setua manusia pertama
lidahnya terjaga oleh penantian surga
yang memberinya kunci bagi setiap pintu hati dunia
orang yang meniadakan diri demi semua
namanya terkubur di bumi namun tertera di angkasa
orang inikah yang ditunggu-tunggu sang masa?
Utan Kayu, 30 Oktober 2001
Senin, 10 Agustus 2009
Kamis, 06 Agustus 2009
SEBELUM ANDA MENYERAH, TONTON VIDEO INI!
Sebelum anda merasa tidak percaya diri dengan potensi yang anda miliki, sebelum anda memutuskan untuk menjadi orang yang rendah diri, pemalu atau mudah putus asa karena kekurangan (keterbatasan) fisik, sebelum anda menyerah karena dihadapkan kepada kendala hidup yang seperti berat dihadapi, sebelum anda mengeluarkan kata-kata apapun yang bernada menyesal hidup di dunia... lihatlah video ini...
Mark Goffeney akan menunjukkan kepada anda bahwa pria cacat yang yang dilahirkan tanpa tangan di San Diego, California tahun 1969 tersebut, ternyata bukan tergolong pria yang penyerah! Keterbatasan fisiknya tidak membatasi semangatnya dalam menggali potensi serta talentanya. Tidak bertangan, tetapi jago bermain gitar dengan menggunakan jari kakinya.
Mark Goffeney akan menunjukkan kepada anda bahwa pria cacat yang yang dilahirkan tanpa tangan di San Diego, California tahun 1969 tersebut, ternyata bukan tergolong pria yang penyerah! Keterbatasan fisiknya tidak membatasi semangatnya dalam menggali potensi serta talentanya. Tidak bertangan, tetapi jago bermain gitar dengan menggunakan jari kakinya.
Sudahkah Anda punya Prioritas Hidup?
Sudahkah anda menetapkan prioritas utama dalam hidup anda? Video ini mungkin bisa membantu anda untuk membuat prioritas tersebut. Silakan disimak:
Langganan:
Entri (Atom)

